Category: Mahasiswa

 

PEKERJAANKU REFRESHINGKU, KULIAHKU IMPIANKU

PEKERJAANKU REFRESHINGKU, KULIAHKU IMPIANKU

Fitri Afitroh yang terlahir di Banyumas 16 februari 1995 merupakan mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Saat ini, Fitri tinggal bersama kedua orang tua dan ketiga adiknya serta nenek dan kakeknya di Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok.  Fitri terdaftar sebagai mahasiswa angkatan pertama di Universitas Nadhlatul Ulama Purwokerto sejak September 2017. “Universitas yang terbilang baru berdiri namun memiliki visi dan misi yang menakjubkan untuk melahirkan mahasiswa sarjana yang terampil berwirausaha. Untuk bangsa Indonesia yang memiliki masalah di tingkat pengangguran semoga ini menjadi solusi untuk Indonesia di masa mendatang.” ungkap Fitri.

Fitri yang saat ini mengambil kuliah kelas malam mengungkapkan bahwa dunia tentang Peternakan merupakan hal yang asing baginya namun hal itu tidak melunturkan semangatnya untuk tetap melanjutkan kuliah khususnya pada Program Studi Peternakan.  “Di UNU Purwokerto saya mengambil Program Studi Peternakan, sesuatu yang baru bagi saya jika melihat riwayat pendidikan saya adalah sebagai sekretaris atau administrasi perkantoran di salah satu sekolah swasta di purwokerto. Kala itu saya termotivasi karena peluang usaha yang terbuka luas serta bidang peternakan merupakan sektor yang memasyarakat di Indonesia. Saya mengambil kelas malam sebagai solusi karena saya harus tetap bekerja untuk membiayai kuliah saya.” jelasnya.

Kuliah Sambil Bekerja

Selain berstatus sebagai mahasiswa, saat ini Fitri bekerja di bagian penjualan Jaket brand “Maroon” yang kantor pusatnya berada di perum Adi Graha Bantarsoka. “Untuk area kerja saya adalah Purbalingga sampai Banjarnegara, dengan jam kerja mulai dari 06: 30 – 15:30 WIB. Pekerjaan sales disini bisa di bilang tidak sulit karena sales di fasilitasi mobil, sopir dan pendamping. Target pasarnya adalah sekolah-sekolah mulai dari TK sampai SMA selain itu kami juga memasuki Kantor-Kantor Pemerintah. Barang yang kami jual berupa jaket, tas dan sandal dengan sistem angsuran setiap bulan. Lama angsuran sekitar 5 bulan.”ungkapnya.

Fitri sudah menekuni pekerjaan tersebut sekitar sekitar 1 tahun lamanya. Banyak pengalaman yang Fitri alami dan menjadi pelajaran berharga baginya. “Mulai dari kedisiplinan waktu karena harus datang lebih pagi, menghafal rute dan target pasar yang cukup luas, menghadapi masalah konsumen seperti pemesanan, keluhan konsumen dan lain-lain, serta pengalaman dalam komunikasi dengan konsumen, bagaimana saya dapat menarik hati konsumen agar membeli dan berlangganan dengan kami.” ungkap Fitri. “Yang paling saya suka dari pekerjaan ini adalah saya dapat jalan-jalan bahkan di bayar untuk setiap harinya. Hal itu membuat saya merasa tidak bosan dalam bekerja. Saya selalu menerapkan pada diri saya sendiri bahwa bekerja jangan di rasa itu adalah pekerjaan tapi di rasakan seperti saya sedang bermain hal yang menyenangkan.” ungkapnya lagi. Meskipun demikian, Fitri tetap melaksanakan pekerjaannya dengan serius dan bertanggung jawab. Hal tersebut adalah caranya untuk menikmati pekerjaan bukan melihat seberapa lelahnya ia bekerja.

Pekerjaan yang ditekuni Fitri saat ini memang cukup melelahkan ditambah lagi ia masih harus melanjutkan kegiatan perkuliahannya setelah pulang bekerja. Namun hal tersebut tidak membuatnya menjadi malas untuk kuliah dan ia tetap bersemangat dalam menuntut ilmu. Hal tersebut dibuktikan dengan prestasinya mendapatkan Indeks Prestasi 4 di semester pertama.  “saya menganggap pekerjaan saya saat ini adalah suatu hal yang menyenangkan dan hal tersebut saya terapkan pula dalam kegiatan perkuliahan. Jika melihat lelahnya dari bekerja kemudian pulang sore langsung berangkat kuliah pasti akan terasa berat. Saya tidak memungkiri hal itu juga saya rasakan. Tapi saya melihat dari sudut pandang yang berbeda saya anggap  bekerja itu sebagai refreshing dan saya kuliah untuk belajar  demi meraih mimpi dan bertemu dengan teman-teman. Dengan begitu Kedua hal itu bisa saya nikmati dengan suka cita.” ungkapnya.

ALDAN MAHASISWA BERPRESTASI YANG BERMIMPI MENJADI PENGUSAHA SAPI

ALDAN MAHASISWA BERPRESTASI YANG BERMIMPI MENJADI PENGUSAHA SAPI

Aldan Asmaul Faozan yang akrab disapa Aldan merupakan anak kedua dari dua bersaudara yang lahir dari pasangan suami istri bernama Siti Mariyah dan Sudi Hartono. Aldan lahir di Purbalingga, 17 Oktober 1998. Saat ini, Aldan bertempat tinggal di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, lebih tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dengan Kabupaten Purbalingga. Ibu dari Aldan hanya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan Ayahnya bekerja sebagai Karyawan Swasta di Pulau Sumatera. Aldan adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas di daerah Purwokerto yaitu Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Aldan mengambil Program Studi Peternakan dan merupakan mahasiswa berpretasi yang mendapatkan nilai IPK tertinggi di Program Studi Peternakan kelas  regular pagi.

Keseharian Aldan selain sebagai seorang mahasiswa di UNU Purwokerto yaitu berternak Sapi walaupun hanya beberapa ekor. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, Aldan membersihkan kandang Sapi sebagai rutinitas yang menyenangkan untuk dijalani. Selain membersihkan kandang, Aldan juga mencari rumput untuk pakan Sapi. Aldan hanya menggunakan dedak padi dan ampas tahu sebagai tambahan pakan selain rumput. “Maklum saja, untuk membeli pakan kosentrat masih terlalu mahal harganya sehingga saya hanya menggunakan dedak padi dan ampas tahu sebagai pengganti kosentrat” ungkapnya. Memiliki ternak Sapi walaupun hanya beberapa ekor membuat Aldan bisa berternak sambil belajar “ibarat praktik gratis sehingga bisa lebih mengenal dan mendalami ilmu peternakan yang sesungguhnya” ungkapnya lagi. Selain itu, dia juga bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang di dapatkan dari perkuliahan secara langsung ke ternak Sapi yang dia miliki.

Jarak dari rumah Aldan ke UNU Purwokerto sekitar 45 kilometer dan waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam. Cukup jauh memang, tetapi bukan menjadi hambatan bagi Aldan untuk kuliah. Aldan mengatakan bahwa ada pepatah “carilah ilmu sampai ke Negeri Cina”. “Pepatah tersebut membuat  saya berfikir bahwa jarak 45 kilometer bukan apa-apa dari pada harus pergi ke Cina.hehe” ungkap Aldan. “Motivasi saya memilih Program Studi Peternakan karena saya melihat banyak peluang bisnis di bidang peternakan dimana peluang tersebut akan terus meningkat seiring berjalannya waktu karena kebutuhan akan sumber hewani yang semakin meningkat. Selain itu, sudah banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya sumber protein hewani untuk pertumbuhan dan kecerdasan manusia. Saya juga memiliki mimpi bisa menjadi pengusaha sukses yang memiliki banyak karyawan di bidang peternakan khususnya peternakan Sapi Potong. Hal tersebut membuat saya berfikir bagaimana agar bisa memanfaatkan peluang yang ada dan menggapai mimpi saya” ungkap Aldan. Melanjutkan kuliah di Program Studi Peternakan UNU Purwokerto adalah salah satu cara yang Aldan lakukan untuk menggapai mimpinya agar bisa lebih mendalami ilmu di bidang peternakan  .