Author: adminunupwt

 

PEMOTONGAN HEWAN QURBAN DAN PEMBAGIAN DAGING QURBAN SERTA MAKAN BERSAMA

PEMOTONGAN HEWAN QURBAN DAN PEMBAGIAN DAGING QURBAN SERTA MAKAN BERSAMA

Purwokerto, 23 Agustus 2018

UNU Purwokerto telah mengadakan pemotongan hewan qurban dan pembagian daging qurban. Ada 3 sapi qurban yang dipotong dimana sapi yang pertama dari 7 Shohibul Qurban  yaitu Rahmad Arianda Harahap bin Syarifudin Harahap, Puji Indriyani binti Muheni, Abul Majid bin Abdul Muin, Heru Adi Djatmiko, Epri, Suwandi dan M. Nasihin Ngibad. Sapi kedua yang dipotong berasal dari 7 Shohibul Qurban yaitu H. Abdul Latief Ilyas bin Utih Ilyas, Muhammad Yusuf bin Abdul Latief, Dodo Sembada bin H. Duira, Ida Darayasawati binti H. Duira, M. Rayhan bin M. Yusuf, Monika Ardelia binti M. Yusuf dan Makarim Rahmadina binti M. Yusuf. Sapi ketiga yang dipotong berasal dari Shohibul Qurban Keluarga Bang Jay atau yang bernama asli Zainal Abidin si penulis buku “Monyet Aja Bisa Cari Duit”.

Kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar karena kekompakan dan kerjasama para Dosen, Staf dan Mahasiswa UNU Purwokerto. Para Mahasiswa bertugas memotong, menimbang dan membungkus daging yang akan diberikan. Ada 541 bungkus daging sapi (diluar Shohibul Qurban) yang telah dibagikan.

            Selain pemotongan hewan qurban dan pembagian daging qurban, acara makan bersama juga menjadi salah satu agenda yang telah dilaksanakan di UNU Purokerto. Ada sekitar 15 kilogram daging sapi yang diolah dan di santap bersama para Dosen, Staf dan Mahasiswa UNU Purwokerto. Daging sapi tersebut diolah menjadi 3 menu makanan yaitu sop buntut, gule daging sapi dan rendang.

Kegiatan pemotongan hewan qurban, pembagian daging qurban dan makan bersama di UNU Purwokerto dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1439 H dan diharapkan kegiatan tersebut dapat berlangsung secara rutin setiap kali perayaan Idul Adha di tahun berikutnya.

TELAH HADIR! PUSAT LAYANAN HEWAN QURBAN DI UNU PURWOKERTO

TELAH HADIR! PUSAT LAYANAN HEWAN QURBAN DI UNU PURWOKERTO

            Setiap tahun orang Islam di seluruh negeri akan merayakan Hari Raya Idul Adha dimana masyarakat Islam yang mampu memiliki kewajiban untuk menyediakan  hewan qurban. Hewan yang umum dijadikan sebagai hewan qurban di Indonesia antara lain Sapi, Kambing dan Domba dimana setiap orang yang ingin berqurban dapat memilih salah satu hewan ternak tersebut sesuai dengan kemampuannya. Saat ini telah hadir “Pusat Layanan Hewan Qurban” di UNU Purwokerto yang dikelola oleh Dosen dan Mahasiswa dari Program Studi Peternakan. Bagi masyarakat di Purwokerto yang ingin berqurban dapat menjadikan “Pusat Layanan Hewan Qurban UNU Purwokerto” sebagai rekomendasi yang tepat.

Showroom “Pusat Layanan Hewan Qurban” berada di Kampus 1 UNU Purwokerto, Jalan Sultan Agung, No. 42, Karang Klesem, Purwokerto Selatan. Di sini menyediakan berbagai hewan qurban mulai dari Sapi, Kambing dan Domba. Sapi qurban yang disediakan pun bervariasi mulai dari Sapi Simmental, Sapi Peranakan Ongole (PO), Sapi Madura dan Sapi Bali. Harga yang ditawarkan pun bersahabat dengan kualitas ternak yang baik dan sehat. Harga bisa disesuaikan dengan bobot hidup Sapi sehingga bisa dengan mudah mendapatkan Sapi sesuai dengan harga yang diinginkan.

Sarana Membangun Jiwa Wirausaha Mahasiswa Program Studi Peternakan

Adanya “Pusat Layanan Qurban” di UNU Purwokerto ini juga merupakan salah satu kegiatan yang dapat dijadikan sarana berlatih berwirausaha bagi mahasiswa Program Studi Peternakan. Para mahasiswa dapat berlatih bagaimana cara menangani ternak yang baru datang untuk dimasukan ke dalam kandang, cara mengolah dan memberi pakan ternak, sampai dengan bagaimana cara menawarkan dan melayani  para calon pembeli dengan baik. Kegiata para mahasiswa tersebut dapat berjalan lancar dengan bimbingan dari Bapak Arief Maulianto dan Bapak Muhammad Rayhan selaku Dosen di Program Studi Peternakan UNU Purwokerto.

Diharapkan dengan adanya “Pusat Layanan Hewan Qurban” di UNU Purwokerto ini selain untuk menyediakan hewan qurban dengan harga bersahabat serta kualitas baik dan sehat bagi masyarakat di Purwokerto dan sekitarnya juga dapat menjadi sarana membangun jiwa wirausaha para mahasiswa Program Studi Peternakan.

PEKERJAANKU REFRESHINGKU, KULIAHKU IMPIANKU

PEKERJAANKU REFRESHINGKU, KULIAHKU IMPIANKU

Fitri Afitroh yang terlahir di Banyumas 16 februari 1995 merupakan mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Saat ini, Fitri tinggal bersama kedua orang tua dan ketiga adiknya serta nenek dan kakeknya di Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok.  Fitri terdaftar sebagai mahasiswa angkatan pertama di Universitas Nadhlatul Ulama Purwokerto sejak September 2017. “Universitas yang terbilang baru berdiri namun memiliki visi dan misi yang menakjubkan untuk melahirkan mahasiswa sarjana yang terampil berwirausaha. Untuk bangsa Indonesia yang memiliki masalah di tingkat pengangguran semoga ini menjadi solusi untuk Indonesia di masa mendatang.” ungkap Fitri.

Fitri yang saat ini mengambil kuliah kelas malam mengungkapkan bahwa dunia tentang Peternakan merupakan hal yang asing baginya namun hal itu tidak melunturkan semangatnya untuk tetap melanjutkan kuliah khususnya pada Program Studi Peternakan.  “Di UNU Purwokerto saya mengambil Program Studi Peternakan, sesuatu yang baru bagi saya jika melihat riwayat pendidikan saya adalah sebagai sekretaris atau administrasi perkantoran di salah satu sekolah swasta di purwokerto. Kala itu saya termotivasi karena peluang usaha yang terbuka luas serta bidang peternakan merupakan sektor yang memasyarakat di Indonesia. Saya mengambil kelas malam sebagai solusi karena saya harus tetap bekerja untuk membiayai kuliah saya.” jelasnya.

Kuliah Sambil Bekerja

Selain berstatus sebagai mahasiswa, saat ini Fitri bekerja di bagian penjualan Jaket brand “Maroon” yang kantor pusatnya berada di perum Adi Graha Bantarsoka. “Untuk area kerja saya adalah Purbalingga sampai Banjarnegara, dengan jam kerja mulai dari 06: 30 – 15:30 WIB. Pekerjaan sales disini bisa di bilang tidak sulit karena sales di fasilitasi mobil, sopir dan pendamping. Target pasarnya adalah sekolah-sekolah mulai dari TK sampai SMA selain itu kami juga memasuki Kantor-Kantor Pemerintah. Barang yang kami jual berupa jaket, tas dan sandal dengan sistem angsuran setiap bulan. Lama angsuran sekitar 5 bulan.”ungkapnya.

Fitri sudah menekuni pekerjaan tersebut sekitar sekitar 1 tahun lamanya. Banyak pengalaman yang Fitri alami dan menjadi pelajaran berharga baginya. “Mulai dari kedisiplinan waktu karena harus datang lebih pagi, menghafal rute dan target pasar yang cukup luas, menghadapi masalah konsumen seperti pemesanan, keluhan konsumen dan lain-lain, serta pengalaman dalam komunikasi dengan konsumen, bagaimana saya dapat menarik hati konsumen agar membeli dan berlangganan dengan kami.” ungkap Fitri. “Yang paling saya suka dari pekerjaan ini adalah saya dapat jalan-jalan bahkan di bayar untuk setiap harinya. Hal itu membuat saya merasa tidak bosan dalam bekerja. Saya selalu menerapkan pada diri saya sendiri bahwa bekerja jangan di rasa itu adalah pekerjaan tapi di rasakan seperti saya sedang bermain hal yang menyenangkan.” ungkapnya lagi. Meskipun demikian, Fitri tetap melaksanakan pekerjaannya dengan serius dan bertanggung jawab. Hal tersebut adalah caranya untuk menikmati pekerjaan bukan melihat seberapa lelahnya ia bekerja.

Pekerjaan yang ditekuni Fitri saat ini memang cukup melelahkan ditambah lagi ia masih harus melanjutkan kegiatan perkuliahannya setelah pulang bekerja. Namun hal tersebut tidak membuatnya menjadi malas untuk kuliah dan ia tetap bersemangat dalam menuntut ilmu. Hal tersebut dibuktikan dengan prestasinya mendapatkan Indeks Prestasi 4 di semester pertama.  “saya menganggap pekerjaan saya saat ini adalah suatu hal yang menyenangkan dan hal tersebut saya terapkan pula dalam kegiatan perkuliahan. Jika melihat lelahnya dari bekerja kemudian pulang sore langsung berangkat kuliah pasti akan terasa berat. Saya tidak memungkiri hal itu juga saya rasakan. Tapi saya melihat dari sudut pandang yang berbeda saya anggap  bekerja itu sebagai refreshing dan saya kuliah untuk belajar  demi meraih mimpi dan bertemu dengan teman-teman. Dengan begitu Kedua hal itu bisa saya nikmati dengan suka cita.” ungkapnya.

ALDAN MAHASISWA BERPRESTASI YANG BERMIMPI MENJADI PENGUSAHA SAPI

ALDAN MAHASISWA BERPRESTASI YANG BERMIMPI MENJADI PENGUSAHA SAPI

Aldan Asmaul Faozan yang akrab disapa Aldan merupakan anak kedua dari dua bersaudara yang lahir dari pasangan suami istri bernama Siti Mariyah dan Sudi Hartono. Aldan lahir di Purbalingga, 17 Oktober 1998. Saat ini, Aldan bertempat tinggal di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, lebih tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Banjarnegara dengan Kabupaten Purbalingga. Ibu dari Aldan hanya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan Ayahnya bekerja sebagai Karyawan Swasta di Pulau Sumatera. Aldan adalah seorang mahasiswa di salah satu universitas di daerah Purwokerto yaitu Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto. Aldan mengambil Program Studi Peternakan dan merupakan mahasiswa berpretasi yang mendapatkan nilai IPK tertinggi di Program Studi Peternakan kelas  regular pagi.

Keseharian Aldan selain sebagai seorang mahasiswa di UNU Purwokerto yaitu berternak Sapi walaupun hanya beberapa ekor. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, Aldan membersihkan kandang Sapi sebagai rutinitas yang menyenangkan untuk dijalani. Selain membersihkan kandang, Aldan juga mencari rumput untuk pakan Sapi. Aldan hanya menggunakan dedak padi dan ampas tahu sebagai tambahan pakan selain rumput. “Maklum saja, untuk membeli pakan kosentrat masih terlalu mahal harganya sehingga saya hanya menggunakan dedak padi dan ampas tahu sebagai pengganti kosentrat” ungkapnya. Memiliki ternak Sapi walaupun hanya beberapa ekor membuat Aldan bisa berternak sambil belajar “ibarat praktik gratis sehingga bisa lebih mengenal dan mendalami ilmu peternakan yang sesungguhnya” ungkapnya lagi. Selain itu, dia juga bisa mengaplikasikan ilmu-ilmu yang di dapatkan dari perkuliahan secara langsung ke ternak Sapi yang dia miliki.

Jarak dari rumah Aldan ke UNU Purwokerto sekitar 45 kilometer dan waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam. Cukup jauh memang, tetapi bukan menjadi hambatan bagi Aldan untuk kuliah. Aldan mengatakan bahwa ada pepatah “carilah ilmu sampai ke Negeri Cina”. “Pepatah tersebut membuat  saya berfikir bahwa jarak 45 kilometer bukan apa-apa dari pada harus pergi ke Cina.hehe” ungkap Aldan. “Motivasi saya memilih Program Studi Peternakan karena saya melihat banyak peluang bisnis di bidang peternakan dimana peluang tersebut akan terus meningkat seiring berjalannya waktu karena kebutuhan akan sumber hewani yang semakin meningkat. Selain itu, sudah banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya sumber protein hewani untuk pertumbuhan dan kecerdasan manusia. Saya juga memiliki mimpi bisa menjadi pengusaha sukses yang memiliki banyak karyawan di bidang peternakan khususnya peternakan Sapi Potong. Hal tersebut membuat saya berfikir bagaimana agar bisa memanfaatkan peluang yang ada dan menggapai mimpi saya” ungkap Aldan. Melanjutkan kuliah di Program Studi Peternakan UNU Purwokerto adalah salah satu cara yang Aldan lakukan untuk menggapai mimpinya agar bisa lebih mendalami ilmu di bidang peternakan  .